Ninja Std Babahe Gagal Cetak Hattrick di BSMC Series!! Ini Penyebabnya!

Ninja Std Babahe Gagal Cetak Hattrick di BSMC Series!! Ini Penyebabnya!

0
BERBAGI
rct

ManiakBalap.com – Masih seputar event pertama di tahun 2017, Yap. Final BSMC Drag Bike Series yang dihelat di Bobotsari, Kab. Purbalingga, Jateng (8/1) tepatnya. Salah satu kelas poin yang menjadi sorotan penulis adalah sport 2T Std 155cc. Loh kenapa kelas ini? Bukankah masi bayak kelas yang lain.. seperti itu mungkin yang ada di benak para balap mania. Bukan tanpa alasan, kelas ini memang penuh akan gengsi, serta banyak waktu yang luar biasa tercetak di kelas ini. Macam Ninja Std Babahe dengan corak khas warna kuning ini misalnya, bermula pada event BSMC di Kab. Pemalang (23/10-16), Ninja Std ini bikin geger dengan 7.1 detik di lintasan semi basah. Waoow…!! Ah, itu kurang panjang sirkuitnya. Hahhaa..
Walaupun kurang panjang, toh motor yang lain juga menggunakan lintasan yang sama. Alhasil dengan Fandi Pendol Kawasaki garapan Wahyudi Babahe ini tetap menjadi yang terbaik. Pun dengan seri ke-2 yang digelar di Kab. Batang, Jateng (20/11-16). Kali ini lewat Hendra Kecil yang sukses mengantarkan motor ini ke podium terhormat.

Dengan hasil manis di 2 seri sebelumnya, harapan untuk kembali menjadi yang terbaik sekaligus mencatatkan Hattrick juara pada kelas Ninja Std ini terbuka lebar. Tetapi nasip berkat lain, mungkin bisa di bilangkurang beruntung. Pada partai final minggu kemarin (8/1-17), motor yang dipacu oleh dua pembalap papan atas Indonesia ini gagal menjadi yang teratas. “Kemarin motor terkendala pada rasionya. Andai tak pakai acara trouble yakin dengan hasil lebih baik.” Singkat sang pemilik motor yang sedang dirundung Galau ini.. wkwkwkk..

Aksi bayu ucil
Aksi bayu ucil

Bayu Ucil yang memang kerap setting dan pernah tembus 7.2 detik di lintasan PRPP Semarang ini harus rela terlempar dari 5 besar. Pembalap yang ‘kece’ ini jumping selepas start selain motornya yang trouble. “Motor loncat-loncat mas, selain itu susah saat oper kadang masuk kadang tidak.” Ungkap Bayu Ucil pada penulis. Hal lebih baik justru masih bisa diraih Jhon PK, ayah satu putra ini masih mampu bertengger diposisi ke-4 dengan catatan waktu 7.523 detik di bawah Gerry Percil (Sanjaya) 7.386, Hendra Kecil (OP27) 7.467, dan Nanda Wijaya (Sanjaya) 7.502. Sementara melengkapi di posisi 5 diisi Dwi Batank (Barabere SRP JMJ) 7.545 detik.
Aksi jhon pk
Aksi jhon pk

Untuk spek motor sendiri tak banyak perubahan dari seri-seri sebelumnya. “Knalpot SRP berdiameter 43 masih dipertahankan. Lubang buang diangka 28, untuk hitungan porting blok dengan tinggi eksos 28,5 mm.” Terang Babahe yang juga mengaplikasi membran KX, CDI RC, pengapian Ac milik ninja lama dan Koil dari YZ yang memang lebih lembut untuk power dan motor tak banyak spinya.
Oke, ditunggu gebrakanya di 2017 boss..! Paijho

KOMENTAR
rct

LEAVE A REPLY